.jpeg)
KAMPAR KIRI TENGAH – Koperasi Produsen Sawit (KOPSA) Tri Manunggal sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang bertempat di Desa Mayang Pongkai, Kecamatan Kampar Kiri Tengah. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh anggota dalam merancang masa depan perkebunan kelapa sawit rakyat di wilayah tersebut.
Dengan mengusung tema "Dengan RAT Kita Tingkatkan Kebersamaan Untuk Mendukung Ekonomi Anggota Untuk Menyongsong Peremajaan/Replanting Sawit 2028 dan Sertifikasi RSPO", rapat ini menekankan pada penguatan soliditas internal organisasi.
Ketua Kopsa Tri Manunggal dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Agenda besar yang menjadi fokus utama adalah persiapan Peremajaan Sawit (Replanting) yang direncanakan pada tahun 2028.
Peningkatan Ekonomi: Memastikan anggota tetap memiliki ketahanan finansial selama masa transisi replanting.
Sertifikasi RSPO: Mendorong tata kelola perkebunan yang berkelanjutan agar produk petani diakui oleh pasar internasional.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Ibu Rita, S.SP, selaku Kasi Pemberdayaan Masyarakat. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi atas langkah proaktif koperasi dalam mempersiapkan replanting sejak dini."Koperasi harus menjadi pilar utama ekonomi desa. Persiapan replanting 2028 dan sertifikasi RSPO adalah langkah cerdas agar petani sawit kita di Mayang Pongkai memiliki daya saing tinggi dan keberlanjutan ekonomi yang terjamin," ujar Rita dalam sambutannya.
Melalui RAT ini, para anggota menyepakati beberapa poin strategis, di antaranya:
Transparansi laporan keuangan Tahun Buku 2025 yang diterima dengan baik oleh seluruh anggota.
Pembentukan tim khusus persiapan replanting 2028.
Peningkatan edukasi mengenai standar operasional kebun sesuai kriteria RSPO.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif antara pengurus dan anggota, memperkuat komitmen bersama untuk membawa Kopsa Tri Manunggal menjadi koperasi produsen yang modern dan sejahtera.
